LS-23 dikembangkan sebagai produk berbasis mikroorganisme dekomposer yang membantu mempercepat penguraian bahan organik melalui aktivitas mikrobiologis. LS-23 dapat diaplikasikan pada bahan organik seperti pupuk kandang maupun pada bedengan untuk membantu proses penguraian bahan organik sebelum atau selama persiapan lahan.
Manfaat Produk
1. Mempercepat proses dekomposisi dan fermentasi bahan organik
2. Menguraikan bahan organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mudah dimanfaatkan
3. Meningkatkan ketersediaan nitrogen melalui pengikatan nitrogen dari udara (fiksasi fisiologis)
4. Membantu melarutkan fosfat dalam tanah agar lebih mudah diserap tanaman
5. Menghasilkan asam organik yang mendukung proses fermentasi dari aktivitas mikroba
6. Mendukung pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah
7. Menghasilkan senyawa pemacu pertumbuhan yang mendukung perkembangan tanaman
1. Petunjuk Aplikasi LS-23 pada Bedengan:
-
Larutkan LS-23 dengan dosis 3–6 ml per 1 liter air (3-6,5 tutup botol per tangki semprot 16 Liter), lalu aduk hingga homogen
-
Semprotkan larutan secara merata pada seluruh permukaan bedengan hingga media cukup basah.
-
Setelah aplikasi, segera tutup bedengan menggunakan mulsa agar mikroba terlindung dari paparan sinar matahari langsung, kelembapan tetap terjaga, dan aktivitas fermentasi berlangsung lebih baik.
-
Diamkan bedengan dan aplikasikan minimal 7 hari sebelum tanam agar proses dekomposisi bahan organik dan fermentasi berlangsung optimal sebelum tanaman ditanam.
2. Petunjuk Aplikasi LS-23 untuk Fermentasi Kohe
-
Larutkan LS-23 dengan dosis 3–6 ml per 1 liter air (3–6,5 tutup botol per tangki
-
semprot 16 liter), lalu aduk hingga homogen.
-
Semprotkan larutan secara merata ke seluruh permukaan kohe sambil diaduk hingga kelembapannya merata.
-
Tumpuk kohe dan tutup rapat menggunakan terpal/plastik untuk menjaga kelembapan dan mendukung aktivitas mikroorganisme selama proses fermentasi.
-
Lakukan aplikasi ulang setiap 7 hari sekali dengan cara membuka penutup, membalik tumpukan kohe hingga merata, kemudian menyemprotkan kembali larutan LS-23 dengan dosis yang sama.
-
Setelah aplikasi ulang, tutup kembali tumpukan kohe dan lanjutkan proses fermentasi hingga kohe matang dan siap digunakan.
-
Fermentasi umumnya berlangsung 2–4 minggu, dan pupuk siap digunakan saat teksturnya remah, berwarna coklat kehitaman, serta bau menyengat berkurang
3. Petunjuk Aplikasi pada Lahan Sawah
-
Setelah panen menggunakan combine harvester, ratakan jerami yang tertinggal di permukaan sawah.
-
Larutkan LS-23 sesuai dosis anjuran, kemudian semprotkan secara merata pada jerami saat kondisi sawah masih lembap hingga jerami cukup basah.
-
Aplikasi dilakukan sebelum pembajakan agar mikroorganisme yang telah diaplikasikan pada jerami dapat ikut masuk ke dalam tanah saat jerami dibenamkan dan bekerja pada bahan organik di lapisan tanah.
-
Setelah pembajakan, biarkan minimal 14 hari sebelum tanam agar proses dekomposisi jerami berlangsung lebih optimal dan mengurangi risiko terbentuknya kondisi asam-aseman akibat jerami yang belum terurai sempurna.
Manfaat dari produk ini belum ditambahkan di database.